Dikejar Agen Asuransi Jiwa
Apakah anda pernah mengalami dikejar kejar Agen Asuransi Jiwa? saya kira sebagian besar dari kita pasti pernah mengalami hal ini, apalagi 5 tahun terakhir perkembangan asuransi jiwa di tanah air cukup pesat, agent agent juga bertambah banyak dan tersebar merata hampir diseluruh daerah, saudara anda, tetangga anda atau tidak menutup kemungkinan jangan jangan anda adalah seorang agen asuransijiwa he…
Dalam artikel kali ini saya mau sharing pengalaman saya dikejar oleh agen asuransi jiwa, waktu itu saya masih kerja sebagai accounting diperusahaan distributor consumer goods di pekanbaru, sekitar tahun 2002 salah satu perusahaan asuransi jiwa gencar melakukan promosi dengan menyewa stand stand di gramedia, kantor pos, plaza plaza (waktu itu belum ada mal), dan tempat publik lainnya, disetiap stand mereka menempatkan 5-10 orang.
Karena pekerjaan hampir setiap minggu saya harus mengirim paket dokumen kejakarta melalui kantor pos yang dekat dengan kantor saya tersebut, jadi setiap minggu juga saya harus bertemu dan dikejar kejar oleh agent asuransi yang “agresif”, sehingga sering saya malas untuk pergi kekantor pos dan lebih memilih menitipkan paket kepada sopir atau office boy saja he… karena sudah tidak ada lagi alasan untuk menolak penawaran mereka. kadang jalan jalan di plaza atau sekedar mampir digramedia juga “diganggu” oleh mereka, sehingga saya sering menjawab “sudah punya” agar tidak “diganggu”.
Sampai suatu hari saya menerima telepon dari seorang yang mengaku sebagai marketing kartu kredit, dan waktu itu karena saya memang belum punya kartu kredit maka saya pun tertarik dan membuat janji temu di kantor saya untuk mendengarkan presentasinya, lalu saya mengumpulkan beberapa teman teman kantor yang berminat.
Pada hari H sang marketing datang dengan 2 orang partnernya, ketika memulai presentasi sang marketing malah menawarkan produk asuransi jiwa, lho kenapa jadi begini? saya kecewa karena merasa dibohongi dan juga jadi ngak enak dengan teman teman, karena perasaan kecewa ini secara pribadi saya mulai menutup diri dan tidak peduli dengan presentasi mereka.
Sampai akhirnya mereka menanyakan bagaimana produk kami pak? dalam hati saya berkata tidak peduli, saya sudah dibohongi. lalu mungkin karena merasa tidak ditanggapi, mereka minta maaf dan ingin mengulangi presentasi dari awal, lalu kami bilang percuma saja, kami selama ini sudah sering dan bosan di kejar oleh agen asuransi jiwa seperti anda.
Tapi sang marketing cukup tangguh dan terlatih dia meng-iyakan kami kemudian mengatakan kata kata kurang lebih seperti ini: “memang benar dan saya yakin bapak telah mengatakan hal sebenarnya, bapak sering dikejar oleh agent agent asuransi jiwa tapi disaat yang sama apakah bapak bapak sadar kalo kematian juga sedang mengejar bapak?, begitu kematian mendapatkan anda tidak akan ada lagi agent yang akan mengejar bapak, kan lebih baik kami yang mendapatkan bapak terlebih dahulu sebelum kematian yang mendapatkan bapak“
Dorrrrrrr… seperti disambar petir disiang bolong, kata kata sang marketing perlahan lahan meresap dalam hati, pikiran dan tenggorokan membuat saya tidak berani menelan ludah yang sudah menyangkut dikerongkongan, Pyaaaaar… akhirnya saya menemukan dan mendapatkan jawaban kerisauan dan pertanyaan saya selama ini, dengan gaji saya pada waktu itu kalo saya harus menghadapi kematian, apa yang bisa saya tinggalkan kepada Orang Tua saya yang selama ini telah membesarkan dan menaruh harapan yang besar pada saya? apakah saya cukup berbakti jika harus meninggalkan mereka pada saat saya belum sukses dan belum membahagiakan mereka? tapi apa saya bisa mengelak jika seandainya saat ini juga saya harus meninggalkan mereka semua?
Akhirnya kami ber empat masing masing membeli polis dari mereka, saya pribadi membeli untuk uang pertanggungan sebesar 120 juta rupiah sesuai dengan kebutuhan saya pada waktu itu, sampai saat artikel ini ditulis polis saya sudah berjalan kurang lebih 7 tahun, memang sempat ada kesulitan pembayaran polis ketika berhenti kerja tahun 2005 dan sempat terpikir untuk menutup polis tapi karena berbagai pertimbangan dan dengan susah payah akhirnya saya bisa meneruskannya sampai hari ini
Selamat untuk agen yang telah “membohongi” kami, dan saya pribadi mengucapkan banyak terima kasih kepada mereka yang telah berhasil meyakinkan kami akan pentingnya asuransi jiwa, sehingga saya merasakan “absolutely peace of mind“.
Salam Sukses Selalu.










(2 votes, average: 4.50 out of 5)
wawwww…
yuhandi emang dahsyat!!!!
heheheh
lucu ya kalo inget dikejar agent asuransi,,
kita menghindar, kalo udah sakit agent dicari2
heheheh
sukses bro…
Agen asuransi jiwa menawarkan bantuan, yakni menyarankan agar calon nasabah menabung, tidak ada premi/uang nasabah yang diambil agen. kalo tidak ada claim uang tersebut bisa diambil suatu hari nanti, sehingga fungsinya menjadi investasi,uang pensiun,dll..pilih asuransi yang tepat dengan mencari informasi sebelumnya,,(xxx_agent)
Leave your response!
Download Brosur Anda Di sini
Asuransi Kesehatan Rp.9.166 perhari
Asuransi Pendidikan 16,667 perhari
Asuransi Pendidikan 33,333 perhari
Asuransi Pendidikan 66,667 perhari
Pensiun Sejahtera 16 ribuan
Pensiun Sejahtera 33 ribuan
Pensiun Sejahtera 66 ribuan
Rumah Sakit Provider
Rumah Sakit Provider-Update Nov'09
Konsultasi Online disini
Similar Posts
Views
Recent Posts
Harga Unit Link
Our Partner
Categories
Archives
UserOnline
Meta